November 16, 2022, 10:07 am

Bacaan & Tata Cara Sujud Sahwi

Bacaan & Tata Cara Sujud Sahwi
Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan di dalam shalat ketika lupa melaksanakan salah satu gerakan sunnah ab’ad di dalam shalat. Sujud sahwi dikerjakan dua kali sujud sebelum salam / akhir shalat.

Gerakan dan bacaan yang termasuk di dalam sunnah ab’ad adalah qunut ketika subuh, tasyahud awal, shalawat pada nabi saat tahiyat, shalawat kepada keluarga nabi pada tahiyat akhir, dan duduk di antara dua sujud. Jika salah satu diantara sunnah ab’ad ditinggalkan, hukumnya sunah atau dianjurkan melakukan sujud sahwi sebelum salam.
Namun selain sunnah ab’ad ada beberapa alasan umat Islam dianjurkan melaksanakan sujud sahwi. Beberapa keadaan di dalam shalat yang dianjurkan melaksanakan sujud sahwi… pertama, jika Anda memanjangkan bacaan di waktu i’tidal dan duduk di antara dua sujud. Bacaan dari kedua gerakan itu termasuk rukun pendek yang tidak boleh dipanjangkan.
Kedua, Anda dianjurkan sujud sahwi jika, membaca salah satu bacaan shalat tidak pada tempatnya. Seperti membaca al-fatihah ketika duduk atau sujud, karena ini tidak sesuai dengan aturan di dalam fiqih shalat. Maka, Anda perlu melakukan sujud sahwi.
Ketiga, sujud sahwi dianjurkan ketika Anda ragu apakah sudah melakukan gerakan dari sunnah ab’ad atau belum. Untuk merespon keraguan itu, dianjurkan melakukan sujud sahwi agar shalatnya genap sah sesuai aturan shalat.
Keempat, sujud sahwi dianjurkan ketika Anda ragu jumlah rakaat shalat yang dikerjakan. Seperti ragu mengerjakan shalat isya dalam empat atau tiga rakaat. Jika keraguan muncul, dianjurkan untuk menganggap di jumlah paling sedikit (3 rakaat) lalu menambahkan 1 rakaat sisanya dan melakukan sujud sahwi sebelum salam.
Adapun bacaan atau lafadz sujud sahwi sebagai berikut: سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا Subhana man laa yanaamu walaa yashuu.
Yang Artinya: “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”
Hukum sujud sahwi ini secara lugas dijelaskan dalam kitab Hasyiyah al-Bujairami:

“Sebab kesunnahan melakukan sujud sahwi ada lima. Yaitu meninggalkan sunnah ab’ad, lupa melakukan sesuatu yang akan batal jika dilakukan dengan sengaja, memindah rukun qauli (ucapan) yang tidak sampai membatalkan, ragu dalam meninggalkan sunnah ab’ad, apakah telah melakukan atau belum dan yang terakhir melakukan suatu perbuatan dengan adanya kemungkinan hal tersebut tergolong tambahan” (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Hasyiyah al-Bujairimi, juz 4, hal. 495).
Rasulullah Saw menjelaskan hikmah dari pelaksanaan sujud sahwi dan penambahan rakaat pada permasalahan tersebut dalam hadisnya yang artinya:
“Ketika kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan shalat tiga rakaat atau empat rakaat maka buanglah rasa ragu itu dan lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika shalat tersebut sempurna maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua sujud merupakan kesunnahan baginya, jika ternyata shalatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan shalatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak syaitan.” (HR. Abu Daud)
Akan tetapi jika yang dilupakannya tersebut adalah fardhu (bagian wajib di dalam shalat), hal itu tidak cukup diganti dengan sujud sahwi. Jika yang terjadi demikian, dan Anda ingat ketika masih dalam keadaan shalat, Anda harus cepat-cepat melaksanakannya. Jika mengingatnya setelah salam atau shalat telah selesai (sedangkan jeda jaraknya baru sebentar) maka wajib melaksanakan apa yang ditinggalkan dari yang fardhu di dalam shalat dan tetap melakukan sujud sahwi (karena lupa) setelahnya.

Namun jika yang dilupakan sunnah ab’ad, tidak perlu mengulang gerakannya, cukup sujud sahwi saja. Jika yang dilupakan sunnah haiat, tidak perlu mengulang gerakan juga tidak dianjurkan sujud sahwi setelahnya.Contoh sunnah haiat / ha’iah yaitu: mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca ta’awudz sebelum basmalah di surat alfatihah, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ketika berdiri, membaca amin setelah surat alfatihah, atau membaca surat-surat pendek setelah surat al-fatihah. Karena ini semua termasuk sunnah haiat, jika terlupakan, tidak harus mengganti dan tidak dianjurkan melaksanakan sujud sahwi.

Sujud Sajadah Travel - Just Go With It
Sujud Sajadah Travel - Just Go With It

Adapun Sujud (fardhu) merupakan salah satu gerakan shalat. gerakan ini wajib dilakukan saat melaksanakan shalat. Secara harfiah sujud berarti pernyataan hormat dengan berlutut dan menundukkan kepala. Artinya saat bersujud kita menyembah Allah Swt. sebagai bentuk penghormatan karena Ia adalah Tuhan semesta alam.
Jika Anda dalam waktu liburan atau sedang bepergian, jangan lupa melaksanakan shalat. Jangan lupa, gunakan SUJUD SAJADAH TRAVEL untuk menjaga kebersihan tempat sujud dan terjaga dari kotoran maupun najis.
Blog Post Lainnya
Social Media
Alamat
0812-2608-0439
0812-2608-0439
sujudco@gmail.com
Jl. Padma Jl. Waras No.94, Panggung Sari, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
Metode Pengiriman
Berita Newsletter
`Berlangganan
@2022 sujud.co Inc.